This one maybe is the last post from us.
Ga terasa udah 2 taon qta belajar bareng.
And now all is over.
Tengkyu banget buat bapak ibu guru yang udah tabah ngajarin qta.
TERIMA KASIH BANYAK!!!
We'll miss you so
And that's all
We just wanna say goodbye!
Tipe anak gifted menurut Betts dan Neihart (1988) dalam Dabis dan Rimm menyebutkan 6 tipe anak gifted. Macam-macam tipe anak Cerdas ini perlu diketahui mengingat tidak semua anak CIBI memiliki ciri dan karakter yang sama sehingga hal tersebut cukup membingungkan guru, orang tua atau masyarakat.
Guru masih banyak yang menganggap bahwa anak CIBI harus rajin, tekun, taat dan patuh. Oleh karena itu ketika guru melihat ada anak yang memiliki ciri berlawanan dengan anggapan tersebut maka guru menganggap anak tersebut tidak cocok disebut CIBI. anggapa ini pun akhirnya akan berdampak pada cara guru dalam melakukan pendampingan terhadap anak CIBI.
Orang tua juga sering membandingkan anaknya yang termasuk kategori CIBI dengan anak CIBI lainnya. Membanding-bandingkan ciri ini akan melahirkan tuntutan yang berlebihan atau harapan melebihi kemampuan anak CIBI itu sendiri. Orang tua yang memiliki anak bandel atau pemberontak akan menganggap anaknya tidak CIBI hanya karena orang tua tersebut membandingkan dengan anak CIBI lain yang memiliki ciri penurut, taat dan rajin.
Hal yang sama akan ditemui dimasyarakat. Masyarakat akan menjadi heran, aneh dan kaget bila melihat beberapa anak CIBI memperlihatkan sebuah ciri yang tidak sesuai dengan anggapan mereka. Lalu masyarakat akan mengambil kesimpulan bahwa program layanan yang ada dan membimbing anak CIBI adalah gagal!
Menjadi sangat penting kita mulai mempelajari dan melakukan pengamatan untuk kemudian memandang anak CIBI dalam sudut pandang yang benar-benar baru.
Adapun tipe ini disampaikan pada Seminar Nasional Potensi Luar Biasa Sejuta Anak Cerdas Istimewa, pada tanggal 23 Februari 2010 di Jakarta.
1. Tipe I (The Succesful)
Dalam dunia pendidikan, menurut Betts dan Neihart, anak-anak gifted yang terindentifikasi sebanyak 90 persen adalah dari kelompok tipe ini. Mereka adalah anak-anak yang mampu meraih yang sangat baik, dan dapat mengikuti sistem pendidikan konvensional dengan baik. Mereka mendengarkan dan mempelajari dengan baik apa yang diajarkan baik di sekolah maupun di rumah. Dalam berbagai tes atau ujian mereka juga meraih skor yang tinggi, disamping itu mereka dapat terpilih dan mendapatkan tempat dalam program pendidikan anak gifted.
Terhadapnya, lingkungan baik pihak sekolah maupun orang tua sangat percaya bahwa dirinya dapat meraih prestasi sebaik-baiknya. Ia sangat disenangi oleh sekolah, orang tua dan diterima dengan baik oleh teman-teman sebanyanya. Ia juga tidak mengalami masalah dalam pergaulan. Perkembangan sosial emosionalnya sangat baik. Terhadap anak-anak ini pula, orang disekitarnya tidak melihat apa kekurangannya. Namun sebetulnya ia kurang bisa belajar secara mandiri. Ia mendapatkan prestasi karena dukungan dan bimbingan. Bukan karena mengembangkan minatnya secara mandiri. Kelihatannya ia memiliki konsep diri yang positif, sebagai bentukan karena ia mempunyai prestasi yang baik dan lingkungan yang dapat menerima dirinya dengan baik. Mereka memang menyabet nilai kompetensi yang tinggi saat sekolah. Namun sebetulnya mereka tidak bisa mengembangkan talentanya secara mandiri.
2. Tipe II (The Challenging)
Tipe ini sering tidak teridentifikasi oleh sekolah atau orang tua karena mereka tidak menunjukkan prestasi yang baik. Mereka biasa melakukan segala sesuatu secara spontan dan seringkali spontanitas itu dianggap kegiatan yang mengacaukan, tidak teratur dan tidak patuh. Anak kelompok ini biasanya memiliki tingkat kreatifitas yang sangat tinggi, namun tidak belajar untuk memanfaatkan kebolehannya. Anak ini lebih banyak frustasi karena sistem pendidikan tidak memberikan keleluasan dan perhatian kepada mereka baik kreatifitasnya maupun talentanya.
Kelompok gifted ini adalah kelompok anak yang beresiko tinggi, karena luput dari perhatian dan tidak ditangani dengan baik dan berakibat pada putus sekolah, perilaku bermasalah dan masuk ke dalam sirkuit kenakalan remaja dan penyalahgunaan obat terlarang.
3. Tipe III (The Underground)
Kelompok ini adalah kelompok yang menyembunyikan talenta dan kemampuannya. Umumnya terjadi pada kelompok gifted perempuan diusia sekolah lanjutan pertama. Mereka cenderung menyembunyikan kemampuannya untuk bisa diterima oleh teman sebayanya. Pada lelaki biasanya terjadi ketika masa usia SMA karena mereka meresppon perkembangan sosial yang terjadi disekelilingnya. Ciri mereka biasanya diawal tahun pelajaran cenderung mampu memaksimalkan kemampuannnya, namun ketika menjelang akhir mereka mengalami penurunan yang drastis dan bahkan menolak kelebihan yang ada pada dirinya.
Anak seperti ini adalah kelompok anak yang merasa tidak nyaman, tidak aman dan merasa cemas. Bahkan tekanan tidak hanya muncul dari dirinya sendiri, namun juga dari lingkungan. Teman sebayanya menekan kemampuan mereka untuk bisa menerima kelebihan mereka. Tidak hanya itu bahkan orang tua dan guru sekalipun memberikan tekanan yang tidak kalah beratnya kepada mereka.
4. Tipe IV (The Dropouts)
Kelompok ini memiliki potensi yang tinggi namun tidak mendapatkan dukungan yang baik dari sekolah dan orang tua. Mereka cenderung tidak bisa memunculkan prestasinya dengan harapan dan kemampuannya sendiri. Sistem pendidikan di sekolah menyebabkan ke-frustasi-an dan pada akhirnya membawanya pada penarikan diri dan kondisi depresi.
Tipe ini merupakan dampak dari tidak adanya penanganan yang baik untuk anak kelompok II atau The Chalanging yang berlanjut kepada frustasi dan depresi. Frustasi dan depresi ini bisa muncul di sekolah tingkat lanjut namun pada dasarnya telah dimulai sejak pendidikan dasar. Droupout bukan saja dalam bentuk prestasi sekolah yang menurun namun juga secara mental dan emosional.
Kelompok ini memang merupakan kelompok anak gifted yang terlambat diidentifikasi. Di sekolah dasar ia tidak terdekteksi sebagai anak gifted. Akhirnya anak seperti ini tidak memiliki mitivasi internal yang sangat lemah. Kelompok ini membutuhkan kerjasama dengan yang baik dengan orang yang dewasa yang memang dipercayai. Orang tua juga memerlukan bimbingan khusus agar dapat menghadapinya dengan baik. Kepada anak ini perlu dilakukan tes untuk melihat dibagian apa kekuatannya.
5. Tipe V (The Double Labeled)
Merupakan kelompok gifted yang memiliki gangguan secara fisik, emosional tatupun gangguan belajar (learning disabilities). Anak kelompok ini memerlukan program khusus untuk modifikasi program yang sesuai dengan kondisinya. Seringkali ia tidak menunjukkan prestasi sebagaimana anak gifted pada umumnya karena mereka lebih sering dilihat dari sisi lemahnya, bukan kekuatannya.
Misalnya tulisan yang jelek disebabkan karena motorik halusnya terganggu atau perilakunya yang kacau sehingga tidak dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Anak-anak ini juga seringkali kesulitan menyelesaikan tugas-tugasnya karena ketidakbiasaannya sebagai akibat gangguan yang memang kasat mata.
Bila sekolah dan orang tua tidak mampu menemukan sumber kekurangannya lalu berlanjut secara terus menerus maka akan memunculkan kefrustasian, merasa tidak dihargai, tak dibantu dan merasa terasing. Bahkan si anak sendiri mungkin tidak mengakui dan menyadari sumber masalahnya sendiri secara spesifik.
Sekolah dan orang tua sering tidak mengakui bahwa sesungguhnya anak itu luar biasa karena memang secara fisik dan tampilam, mereka tidak mampu memperlihatkannya secara baik. Karena tidak teridentifikasi, pihak sekolah hanya melihat dan menangani kekurangannya saja namun faktpr kelebihannya tidak terkelola dengan baik.
6. Tipe VI (The Outonomous Learner)
Anak gifted yang sangat mandiri dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang sangat kuat. Ia dapat mengembangkan diri secara kreatif dan mampu memanfaatkan segala sesuatu yang ditawarkan dalam pendidikan. Apa yang didapatkan dari sekolah dapat ia kembangkan sendiri sebagai sesutau yang baru. Ia tidak tergantung kepada orang lain dan sangat independen. Ia dapat menentukan sendiri apa yang ingin dicapainya, mempunyai sikap diri yang positif. Ia juga mampu mengekspresikan perasaan, tujuan dan cita-citanya dengan baik dan bebas. Ia sangat disayangi oleh lingkungan dan mendapatkan dukungan positif. Biasanya ia terpilih menjadi pemimpin dalam kelompoknya, baik di sekolah maupun d masyarakat.
Dari uraian diatas semoga kita bisa mendapatkan wawasan baru dalam memandang keberadaan anak Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa. Dengan demikian baik guru atau orang tua dapat melakukan identifikasi dan penanganan secara cepat dan tepat.
SEMINAR NASIONAL “POTENSI LUAR BIASA SEJUTA ANAK CERDAS ISTIMEWA INDONESIA
Setelah kurang lebih sepuluh tahun program akselerasi berjalan, masih banyak diantara pengelola pendidikan, termasuk penyelenggara sekolah yang menjalankan program akselerasi, belum memahami hakekat keberadaan program akselerasi ini.
Beberapa kesalahan paradigma ini diantaranya :
1. Menganggap program akselerasi hanya sekedar aksesoris sekolah yang dapat memiliki niali jual kepada masyarakat untuk meningkatkan status sekolah. Sekolah seperti ini bisa dilihat dari mulai cara perekrutan, pengelolaan dan proses pembelajaran di kelas akselerasi. Dan ketika ada program lain yang lebih "menjual" maka sekolah akan berpaling pada program baru tersebut dan menganggap program akselerasi tidak lagi diperlukan.
2. Kurangnya kesadaran dari pihak sekolah tentang eksistensi atau keberadaan siswa yang cerdas istimewa yang secara asasi memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kekurangsadaran tersebut menyebabkan guru, kepala sekolah atau pengelola program akselerasi menjadikan program ini sebagai beban dan memandang siswa cerdas istimewa sebagai siswa yang tidak perlu mendapatkan "Layanan Khusus". Sekolah seperti ini akan nampak pada penanganan proses pembelajaran yang tidak membedakan rencana, metode, sarana maupun evaluasi kepada siswa akselerasi.
3. Sekolah, khususnya Negeri sering panik dengan berbagai informasi yang berhubungan dengan instruksi baru atau program baru yang dibuat pemerintah. SKS, RSBI dan lainnya terkadang dijadikan alasan perlunya perombakan dan penghapusan program akselerasi.
4. Sekolah belum mampu menjadi "Corong" dari hakekat dan esensi dari dibangunnya program akselerasi bagi pemenuhan hak siswa cerdas istimewa dan karakter dari siswa itu sendiri. Masyarakat masih banyak yang menganggap bahwa program akselerasi hanyalah program yang eksklusif dan kecerobohan dalam dunia pendidikan. Namun sayangnya, mereka yang menolak program akselerasi sering kali tidak mampu memberikan solusi yang tepat dan aplikatif di dunia pendidikan. Mereka berasumsi, menyimpulkan dan meng"judge" SALAH. Ketika ditanya bagaimana solusi, maka yang keluar hanyalah berjuta teori yang belum tentu bisa dilaksanakan pada tataran praktek langsung.
5. Karena menganggap eksklusif, maka masih ada pengelola atau pembuat kebijakan menganggap bahwa program akselerasi ini tidak inklusi! Inklusi adalah sebuah sistem yang dibangun dengan maksud untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh elemen dalam masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhannya. Tidak hanya anak cerdas istimewa, namun juga siswa lainnya seperti yang memiliki cacat, penderita hiv, mantan pemakain narkoba, anak miskin, anak jalanan dan lain-lainnya. Keberadaan kelas akselerasi masih juga dianggap eksklusif, padahal kelas tersendiri atau digabung dengan kelas reguler merupakan tataran taktis dan tekhnis. misalnya karena ada 20 siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata, maka kelas akselerasi dinilai jauh lebih efektif ketimbang digabung dengan reguler, karena mereka memang membutuhkan layanan yang agak berbeda dengan anak pada umumnya. Namun ketika hanya ada 3 atau 4 orang, maka bisa jadi kelas akselerasi tidak lagi diperlukan karena akan jauh lebih efektif bila digabung dengan kelas reguler.
Oleh karena itu, maka mulai sekarang kita harus :
1. Lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang anak CI/BI, akselerasi dan inklusi.
2. Sekolah mulai dan terus membenahi diri sehingga berbagai anggapan miring tentang akselerasi bisa disanggah dengan bukti.
3. Terus melakukan monitoring dan evaluasi yang ketat dalam pelaksanaan akselerasi untuk menghindari adanya penyimpangan tujuan dari program akselerasi.
Ini adalah wajah-wajah caleg kita, yang posternya lucu-aneh-ah anda sendiri yang menilai..
Yang ini ada syaratnya (pake tanda *);
Ajak-ajak Ibu Bapak..
Bawa-Bawa Beckam
Di larang merokok di tempat umum!! Iklan rokok aja ga boleh melihatkan gambar orang sedang merokok..
Eksploitasi Anak, khawatir anaknya nanti di culik ya..
Gothic
Tidak Ramah Lingkungan
Lucu Aja..
Nama Partai Aja Lupa…?
Masih Nyoblos, Ga Update..
Metal…euy..
Obama Lala..
Bawa-bawa Anak..
Pembohong, mana no tlp nya?
Super Norak..
Turunan.. (Turunan siapa tau, ga kenal..)
Sayang Macan..
Calon Pembantu..
Fotografer? atau Calek ya…?
Avatar.. BON… Fans7..
Security Rakyat
SMS Saya…
Kuli…
Yang ini beda sendiri, “Jangan Pilih Saya”
Gak Modal…
Kungfu Panda… Apa hubungannya sama Partai?
Karikatur Yati Pesek???
Yang ini maksudnya apa ya???
Awas pak masuk angin…
Si Cepot ikut komentar….
Yeeeeaaaayyyy, akhirnya Unas kelar juga!!!!!
Seneng banget lah
Kita bisa ngerjain UNAS dengan lancar,
yahh meskipun masih ada yg nyontek dikit-dikit
hehehe :P (ngaku dosa bgt)
Eits, tapi ni semua blom berakhir sob!!
Masih banyak yg menunggu qt!
Driling, ujian skul, ujia raktik, mpe tes masuk sma.
Tapi tetep semangat dunk!!!
Oya, ni pendapat qta tentang soal UNAS
Bahasa Indonesia : Kebiri yg buat soal!!!
Bahasa Inggris : BAKAR yg buat soal!!!!!!
Matematika : Cium yg buat soal! :P
IPA : Sembah yg buat soal!!!
Yeahhh beneran deh soal bahasa tu sulit banget!!!
Bahasa Inggris pun juga jadi setan pemeras otak siswa!
Abisss jawabannya hampir sama, pengecohnya banyak juga
Bikin qta mikir ekstra banget dah!
Abis ngerjain soal bahasa inggris, anak" langsung pada nyumpah"in yg buat soal!
Hmmmm...
Sutralah, yg penting masa itu udah selese dan qta siap untuk menyongsong masa ujian berikutnya dengan senyuman (yg dipaksakan)!!!!
Awalnya saya agak bingung. Judul apa yang akan saya gunakan untuk artikel bertema Lebaran? Namun saya tercetus ketika seorang anak bangga memamerkan baju baru, yang terlihat sangat mahal, kepada teman-teman sepermainnya.
Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah hari sakral bagi semua umat Islam. Banyak orang bilang Lebaran adalah Hari Kemenangan. Kemenangan telah memerangi hawa nafsu. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, Kemenangan apa? Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Dimana Allah memberikan pahala lebih bagi umatnya yang beriman. Kita berlomba-lomba mendapatkan pahala "lebih" tersebut. Menambah tabungan untuk membeli tiket menuju surgaNya.
Bulan itu benar-benar berharga. Tapi mengapa diujung bulan itu kita bersenang-senang? Seharusnya kita sedih karena bulan berharga ini tak terasa telah habis. Setan yang diikat, di lepas kembali. Menggoda kita dari kiri, kanan, depan, dan belakang.
Banyak fakta seputar Lebaran yang saya nilai sangat mudharat. Kewajiban membeli baju baru, Kue kering wajib terhidang, dan Mudik.
Coba kembali ke masa kecil. Dimana ada sebuah lagu yang mengatakan Lebaran tak wajib memakai baju baru.
What do I think???
Bullshit!
Persetan dengan lagu itu. Sebuah lagu yang sangat munafik. Tidak realistis. Rakyat Indonesia sudah mengadatkan memakai baju baru saat Lebaran. Jika tidak memakai baju baru, mereka akan dicelathu alias diejek. Akuin saja, kamu juga gitu kan?? Semua juga seperti itu. Tua, Muda, Kaya, MIskin. Semua sama saja.
Para masyarakat bawah selalu berusaha untuk bisa membeli baju baru. Entah itu meminjam, menggadaikan barang berharganya, sampai mencuri! Setelah saya tinjau, ternyata, baik orang kaya maupun orang miskin mayoritas mempunyai gengsi yang sangat besar. Mereka akan sangat malu sekali jika ia atau keluarganya tak memakai baju baru.
Hanya segelintir yang tetap cuek dengan adat baru Indonesia.
Menurut kamu, adat ini harus dilestarikan gak yaaaa/????
Menurut saya, adat ini sah-sah saja. Yang saya permasalahkan justru timingnya.
Mengapa tidak tepat??
Ya iyalah, coba kamu inget, saat kamu berbelanja baju baru, apakah kamu tergoda untuk berbuka puasa di siang bolong dengan alasan "kecapekan"
Kalo kamu jawab enggak, congratz, kamu adalah manusia yang kebal terhadap nafsu!
Setelah sharing dengan teman-teman di social networks, komunitas, dan juga keluarga, serta gw sendiri, sangat sulit untuk tidak berbuka saat berbelanja kebutuhan hari raya. Apalagi saat cuaca panas tanpa AC.
Hahahaha, habislah iman yang telah dibangun!!!
Nah, kayak gitu kan rugi banget kan???
Maka dari itu, dari setahun yang lalu, saya selalu membiasakan diri membeli baju sebelum bulan ramadhan. Eits, tapi hasrat meluap untuk memakai baju itu ditahan ampe hari lebaran ya! Tu kan tujuannya emang untuk lebaran. Klo dah dipakai duluan, namanya bukan baju baru lagi dunk!!!
Kedua, yang tak kalah menggoda, membuat kue kering!!!
Kalo baju, emang ada solusinya. Tapi kalo yang ini, solusinya cuma satu, perkuat imanmu nak! *uhuk uhuk* (lha koq jadi nenek ya/????)
Beneran loh! Soalnya kan gak mungkin banget tuh kita bikin tuh kue-kue kering sebelum ramadhan. Mau basi apa???
Hahahaha, mungkin kalo kamu punya solusinya, kamu bisa share disini.
Help me!!! *memelas*
Kue kering tuh sangat wajib. Coba aja kamu dateng ke rumah temenmu. Dan ternyata disitu gak ada kue kering sama sekali. And what do u think? Sure, you think, ihh ni orang pelit banget sihhh. Masa hari raya ga ada kue kering satu pun???
Nah loh!
Dan yang terakhir, yang paling heboh, yaitu MUDIK!
Mudik adalah ritual pulang kampung yang telah membudaya di INdonesia. Karena mayoritas penduduk Indonesia adalah perantau (transmigran, urban, dll).
Alhasil kemacetan dan kepadatan dimana-mana.
Huhhhh
Tapi saya termasuk orang yang beruntung. Saya tak pernah terjebak macet saat mudik.
Mengapa???
Karena saya mudik beralur (weits jadi pelajaran Bahasa nih)"From Village to City"
Gw adalah seorang reurbanisasi.
So, mudik gw lancar-lancar aja tuh!
Makanya, kalo kamu ngeluh, pengen mudik yang enak, jadi reurban ajah!!!
Dijamin, kamfert!
I. PENDAHULUAN :
Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
NARKOTIKA :
Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Narkotika terdiri dari 3 golongan :
1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja.
2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin.
3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein.
PSIKOTROPIKA :
Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.
Psikotropika terdiri dari 4 golongan :
1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi.
2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine.
3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital.
4. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ).
ZAT ADIKTIF LAINNYA :
Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi :
1. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol :
a. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ).
b. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur )
c. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ).
2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin.
3. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat.
Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.
Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan :
1. Golongan Depresan ( Downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ), sedative ( penenang ), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ).
2. Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.
3. Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis ( ganja ).
II. PENYALAHGUNAAN NAPZA :
Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah :
1. Opiada, terdapat 3 golonagan besar :
a. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein.
b. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin.
c. Opioda sintetik : Metadon.
Nama jalanan dari Putauw : ptw, black heroin, brown sugar.
Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan.
Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Morfin, Codein, Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada opreasi, penderita cancer.
Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri, mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh.
2. KOKAIN :
Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut
Nama jalanan : koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju.
Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.
Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah.
3. KANABIS :
Nama jalanan : cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang.
Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica.
Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.
Efek rasa dari kanabis tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan ( euphoria ), sering berfantasi / menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada mulut dan tenggorokan.
4. AMPHETAMINE :
Nama jalanan : seed, meth, crystal, whiz.
Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet.
Cara penggunaan : dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air.
Ada 2 jenis Amphetamine :
a. MDMA ( methylene dioxy methamphetamine )
Nama jalanan : Inex, xtc.
Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul.
b. Metamphetamine ice
Nama jalanan : SHABU, SS, ice.
Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus ( boong ).
5. LSD ( Lysergic Acid ).
Termasuk dalam golongan halusinogen.
Nama jalanan : acid, trips, tabs, kertas.
Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul.
Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 – 60 menit kemudian, menghilang setelah 8 – 12 jam.
Efek rasa : terjadi halusinasi tempat, warna, dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama – lama menjadikan penggunaanya paranoid.
6. SEDATIF – HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) :
Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ).
Nama jalanan : Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp.
Cara pemakaian : dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus.
Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta sebagai obat tidur.
7. SOLVENT / INHALASI :
Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya : Aerosol, Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin.
Biasanya digunakan dengan cara coba – coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu.
Efek yang ditimbulkan : pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan fungsi paru, jantung dan hati.
8. ALKOHOL :
Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia
Diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %, setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi, bahkan 100 %.
Nama jalanan : booze, drink.
Efek yang ditimbulkan : euphoria, bahkan penurunan kesadaran
III. PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN
Penyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial.
Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ), apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ).
# PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA
Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor :
1. Faktor individual :
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA :
a. Cenderung memberontak
b. Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas.
c. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada
d. Kurang percaya diri
e. Mudah kecewa, agresif dan destruktif
f. Murung, pemalu, pendiam
g. Merasa bosan dan jenuh
h. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan
i. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode
j. Identitas diri kabur
k. Kemampuan komunikasi yang rendah
l. Putus sekolah
m. Kurang menghayati iman dan kepercayaan.
2. Faktor Lingkungan :
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat.
Lingkungan Keluarga :
a. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik
b. Hubungan kurang harmonis
c. Orang tua yang bercerai, kawin lagi
d. Orang tua terlampau sibuk, acuh
e. Orang tua otoriter
f. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya
g. Kurangnya kehidupan beragama.
Lingkungan Sekolah :
a. Sekolah yang kurang disiplin
b. Sekolah terletak dekat tempat hiburan
c. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif
d. Adanya murid pengguna NAPZA.
Lingkungan Teman Sebaya :
a. Berteman dengan penyalahguna
b. Tekanan atau ancaman dari teman.
Lingkungan Masyrakat / Sosial :
a. Lemahnya penegak hukum
b. Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.
Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor – faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.
# GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA :
1. Perubahan Fisik :
- Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel ), apatis ( acuh tak acuh ), mengantuk, agresif.
– Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal.
– Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun.
– Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
2. Perubahan sikap dan perilaku :
- Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab.
– Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja.
– Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin.
– Sering mengurung diri, berlama – lama di kamar mandi, menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain.
– Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain.
– Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi.
– Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.
# PENGARUH PENYALAHGUNAAN NAPZA
NAPZA berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya :
1. Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama. Pengaruhnya pada :
a. Otak dan susunan saraf pusat :
- gangguan daya ingat
- gangguan perhatian / konsentrasi
- gangguan bertindak rasional
- gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi
- gangguan motivasi, sehingga malas sekolah atau bekerja
- gangguan pengendalian diri, sehingga sulit membedakan baik / buruk.
b. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ). pembengkakan paru ( Oedema Paru )
c. Jantung : peradangan otot jantung, penyempitan pembuluh darah jantung.
d. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik, hubungan seksual.
e. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS.
Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi, mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ), raja singa ( Siphilis ) dll. Dan juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama – sama membuat angka penularan HIV / AIDS semakin meningkat. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual, selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin.
f. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan.
g. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik, sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang.
h. Komplikasi pada kehamilan :
- Ibu : anemia, infeksi vagina, hepatitis, AIDS.
- Kandungan : abortus, keracunan kehamilan, bayi lahir mati
- Janin : pertumbuhan terhambat, premature, berat bayi rendah.
2. Dampak Sosial :
a. Di Lingkungan Keluarga :
· Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu, sering terjadi pertengkaran, mudah tersinggung.
· Orang tua resah karena barang berharga sering hilang.
· Perilaku menyimpang / asosial anak ( berbohong, mencuri, tidak tertib, hidup bebas) dan menjadi aib keluarga.
· Putus sekolah atau menganggur, karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan, sehingga merusak kehidupan keluarga, kesulitan keuangan.
· Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi.
b. Di Lingkungan Sekolah :
· Merusak disiplin dan motivasi belajar.
· Meningkatnya tindak kenakalan, membolos, tawuran pelajar.
· Mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan diantara sesama teman sebaya.
c. Di Lingkungan Masyarakat :
· Tercipta pasar gelap antara pengedar dan bandar yang mencari pengguna / mangsanya.
· Pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi ketergantungan.
· Meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan, pencurian, pembunuhan sehingga masyarkat menjadi resah.
· Meningkatnya kecelakaan.
# UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA :
Upaya pencegahan meliputi 3 hal :
1. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi.
Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA.
Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.
2. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.
3. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.
Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA :
1. Mengasuh anak dengan baik.
- penuh kasih sayang
- penanaman disiplin yang baik
- ajarkan membedakan yang baik dan buruk
- mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
- mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.
2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat
Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.
3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
4. Orang tua menjadi contoh yang baik.
Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak.
5. Kembangkan komunikasi yang baik
Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak.
6. Memperkuat kehidupan beragama.
Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.
7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak
Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA :
1. Upaya terhadap siswa :
· Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA.
· Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah.
· Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok.
· Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ).
· Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya.
· Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari.
2. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah :
· Razia dengan cara sidak
· Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah
· Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
· Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.
· Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.
3. Upaya untuk membina lingkungan sekolah :
· Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik.
· Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah
· Sikap keteladanan guru amat penting
· Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.
Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA:
1. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.
2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya.
3. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.
4. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.
IV. KESIMPULAN
Masalah penyalahguanaan NARKOBA / NAPZA khususnya pada remaja adalah ancaman yang sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya dan suatu bangsa pada umumnya. Pengaruh NAPZA sangatlah buruk, baik dari segi kesehatan pribadinya, maupun dampak sosial yang ditimbulkannya.
Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja, melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut.
Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA.
Di pagi yg cerah... Elma Cs sedang sibuk membawa bungkusan plastik merah....
What's that?? Apakah bom JW Marriot dan Ritz Carlton bakal berpindah ke skul Spiji tercinta???
Weits... jangan salah! Mereka datang membawa Kue.... Hahaha
Yeah dalam rangka syukuran kemenangan Elma, Gw ( Rohgent), and Lidia untuk Lomba Pidato Bahasa Inggris di Batu kemaren.
Tapi emang dasar tuh anak-anak serakah, udah dikasih kue malah minta 2 kotak lagi.
Bussett... Dikasih ati njaluk ayam!!! Hahaha
Pelajaran hari ini... Bahasa Inggris and Bahasa Jawa. Tapi karena Bu Nur and Pak Bams lagi nyeleksi untuk kelas bilingual, kita jadi free deh. Pak Nas juga gak kelihatan.
Jujur, gw masih pengen minta klarifikasi dari Pak Nas ttg issue nilai Bhasa Jawa gw gak remidi. Benarkah keajaiban itu terjadi????????
Yg pasti, entar jam 11 tepat, para ortu bakal dateng membahas something. Ga tau deh apaan. Yg pasti jangan sampe aib kebiadaban kita. Jangan!!!!!!!!
Dan yg paling kita tunggu-tunggu adalah...
Nanti malam!
Coz nanti malem kita bakal berangkat ke Jogja untuk karya wisata.
Hmm... penasaran...
Coz gw pribadi gak pernah jalan-jalan ke Jogja.
Hehhehe... gak bgt ya??
UD YZQZP SPZNU
Asoyy akhirnya yg ditunggu-tunggu tiba
HOLIDAY IS COMING!!!
Beh, sapa seh yg gak seneng ama libur akbar ini? Dua minggu gitu loh!
Meskipun bagi kita ini yuh liburan semester 1
Ya gak?
Ada yg liburan ke Pasuruan, Sidoarjo
Ada juga yg liburan di rumah doank...
Yg paling kasihan monyong < yah lo tau lah siapa >
Dia kagak boleh maen keluar. Yeah, dia disuruh emaknya buat belajar.
Ya ampun gw turut berduka pada si arwana ni
semoga lo diberi ketabahan dalam menjalani semuanya....
Lah koq kayak orang mati aja neh? Hehehe
And then, gw juga berdoa untuk kesembuhan kakek ciponk < elmo > yg lagi sakit.
Moga cepet sembuh....
Dan ada satu lagi rahasia
Pak Kethu yg lagi menikmati liburan, kemaren dijayusin abis-abisan ama si Sasha.
Hahahaha, ternyata dia bisa misuh2 juga!
Gw siy juga lagi murka abis ama si kethu ngehe ni.
Bukimak kali dia ngejek orang Batak!
Tak terima lah awak!
But sutralah, gw gak sabar pengen liat debat capres putaran akhir nanti malem jam 7.
Lucu aja ngliat capres berdebat yg kayak rapat RT biasa gitu.
Abis, kagak kerasa suasana debat serunya.
Pada jaim smua tuh!
Yg bikin gw makin ngakak, waktu debat capres putaran kedua.
Disitu, sang moderator sempet lupa mempersilahkan Bu Mega untuk mengeluarkan pendapatnya.
Begh, Bu Mega langsung menatap penuh dendam...
Hahaha, bantengnya dah mo keluar tuh!
Secara pake baju merah!
Trus ngliat tampang Pak JK, gw juga ngakak.
Gak tau kenapa, ngliat tampang JK tuh bawaannya mo ngakak aja
Apalagi kalo beliau lg masang tampang serius, begh makin lucu ja!
Trus SBY yg disinggung Pak JK tentang theme song-nya yg pake jingle indomie langsung masang tampang kaku bgt gitu.
Wkwkwkwk
Sutralah, yg penting, semoga Pilpres tanggal 8 Juli nanti berjalan dengan aman dan damai...
Amin
Gw bingung banget dengan dunia perfilman Indonesia. Kenapa pula kita harus mencintai film horor yg jelas-jelas kualitas sineasnya rendah. Film horor yg berkualitas hanya bisa dihitung pake lima jari. Yang laen? Pokoknya, asal ada hantu, trus asep-asep and remang-remang gitu, jalan dah!!!
Berdasarkan informasi yg gw dapet, film horor tu hanya menghabiskan 2-3 miliar saja. Produksinya murah karena dari segi lightingnya saja tidak memerlukan pencahayaan ekstra. Malah mungkin lampu 5 watt bisa untuk ruangan 5X5 meter.
Nah, sehubungan dengan semakin maraknya perfilman Indonesia dengan film-film bergenre horor dan antusiasme penonton yang ingin mengetahui bagaimana sebenarnya sisi kehidupan dunia gaib, malam ini kita kedatangan tamu yang dianggap tabu namun layak dan patut untuk diperbincangkan. Inilah wawancaraku dengan Pocong dan Kuntilanak....
Gw : Selamat malam pocong!
Pocong : Selamat malam.
Gw : Gimana nih... kamu koq mau sih jadi pocong?
Pocong : (terdiam sebentar) Sebnarnya aku ingin menjadi tuyul, tapi gak dibolehin ma ortu...
Gw : Apakah kamu tidak berusaha jadi diri sendiri?
Pocong : Kata ortu, ini pasti yg terbaik buatku. Lagian, aku tidak mau menjadi hantu yg durhaka pada orang tua.
Gw : That's cool... Mungkin kamu bakal jadi hantu pertama yg masuk surga!
Pocong : Yah...begitulah (Sambil memainkan ujung kain kafan)
Gw : Eh, banyak yg penasaran nih , kalo hantu-hantu Indonesia kan cukup banyak jenisnya ya! Ada Kuntilanak, pocong, genderuwo, tuyu, dan lain-lain. Apakah kalian nge-genk juga gitu?
Pocong : Maksudnya?
Gw : Yah, maksud saya, kalo pocong apa cuma maen-maen dengan sesama pocong atau gabung sama lainnya juga?
Pocong : Nggak juga. Bahkan ada juga kok teman saya yg kawin dengan kuntilanak.
Gw : Oh ya? Sekarang mereka tinggal dimana?
Pocong : Pontianak.
Gw : Owwhhh... Lalu apa rencana kamu ke depan?
pocong : Yeah, syuting film gitu deh!
Gw : Bukannya genre horor Indonesia sekarang dah basi?
Pocong : Nggak juga sih! Andaikan semua film-film yg tidak bergenre horor ditambahin kata hantu didepannya, pasti lebih laris!
Gw : Contohnya?
Pocong : Hantu Ayat-Ayat Cinta, Hantu Laskar Pelangi, pasti lebih laris deh!
Gw : Sekalian nanya nih! Sekarang kan sering banget tuh film horor yg ditulis embel-embel "KISAH NYATA" di posternya, seperti film ' Kuntilanak di Kuburan' Apa benar itu kisah nyata?
Pocong : Ya iyalah... Kuntilanak tu adanya di kuburan ato di kamar mayat. Pasti kisah nyata! Kalo film Kuntilanak di Puncak Monas berdasarkan kisah nyata, baru deh pada bingung. Ngapain juga kuntilanak disana? Mo nakut-nakutin burung walet?
Gw : Iya juga ya...
Pocong : Tapi bukan genre horor yg bakal kita buat skrg
Gw : Film genre apa kalo bukan horor?
Pocong : Horor yg digabungkan dengan drama percintaan.
Gw : Judulnya?
Pocong : CINTA POCONG
*tepuk tangan penonton*
Pocong : Diperkirakan film ini bakal lebih laris daripada Cinta Fitri. Coz Shireen Sungkar kalah cakep ama Kunti dan Teuku wisnu kalah ganteng ma gw...
Gw : (mangut-mangut) ya odah, good luck! God bless you, cong....
Pocong : (marah) Eh, jangan panggil gw CONG dunk!! Gw bukan bencong!!!!
Hehehe
Kita sekarang bakal menyelesikan tugas mulia yg telah diamanatkan pada bangsa dan negara...
UAS gitu loh!
Masih blom tau sih hasilnya, coz baru pelajaran Bahasa Inggris yg udah dibagiin.
Yg pasti ngarep bgt dunk gak ada yg remidi
Dan gw pribadi, ngarep bgt mukjizat dateng yg membuat gw dapet nilai 90 atao gak remidi lah untuk pelajaran BAHASA JAWA.
sumpah guys, gw pusing bgt waktu ngerjain tu soal. Alhasil, yg bisa gw lakukan hanya mengandalkan hukum Azas Di-Bonda-Bandi
Hehehe
Yg pasti tadi pagi kita kaget banget ngeliat kepsek dateng mengadakan sidang paripurna disaat anak-anak yg laen lagi menikmati ramenya acara Class Meeting
Class meeting tuh kayak semacam pensi gitu deh!
Okeh balik lagi...
1. Hilangnya remot LCD
2. Hilangnya bagian dari charge Laptop beliau
3. And then, ngasih tau anak-anak untuk tidak takut dengan penurunan ke kelas reguler
Okeh, hal 1 dan 2 diatas, sudah terselesaikan dengan baik.
Dengan ditemukannya remot LCD di almari yg sengaja kita kunci demi keamanan bangsa dan juga bagian dari charge laptop yg akhirnya diketemukan di sudut terpencil salah satu komputer kita.
Dan yg ceramah bikin lama adalah butir ke 3.
Yeah, kalo lu murid aksel macem gile kayak kita mah tau lah apa aja yg disampaiin.
Yg lucu sih waktu bahas tentang kejujuran. Begh, keren bgt dah, hasil penyaringan otak gw dari itu sih, KITA BOLEH MEMASAK DI KAMAR.
Apa aja ddah, kamar mandi juga boleh!
Hwahaha ngakak abis dah!
Yg keren juga, karena dapet sertifikasi, so pak Kepsek nih bakal ngajar PKn sebulan sekali.
Wah, cihuy banget tuh kalo diajari pak Kepsek
Hasil research yang baru saja dilakukan membuktikan bahwa makan nasi ternyata tidak baik bagi kita.
Buktinya :
1. NASI MENYEBABKAN KECANDUAN. Responden kami yang tidak makan nasi selama sehari saja akan kelaparan dan merasa sangat ingin makan nasi lagi.
2. SETENGAH dari seluruh siswa Indonesia yang makan nasi nilainya ada di bawah rata-rata kelas.
3. Suku-suku pada zaman batu yang tidak pernah makan nasi terbukti TIDAK PERNAH mengidap tumor, Alzheimer, osteoporosis, ataupun Parkinson.
4. Dokter melarang bayi yang baru lahir untuk makan nasi. Hal ini menjadi bukti bahwa nasi punya dampak berbahaya yang sudah dibuktikan oleh ilmu kedokteran.
5. Nasi yang kering biasa dimakan oleh ayam. Nah, sekarang anda perlu curiga dari mana flu burung berasal.
6. Jumlah pemakan nasi di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pemakan nasi di negara maju. Ini mungkin salah satu penyebab keterbelakangan pada negara ini.
7. Di warung-warung, biasanya KULI makan nasi dalam jumlah lebih banyak daripada kaum eksekutif. Hal ini membuktikan bahwa makan nasi MENURUNKAN kemampuan ekonomi seseorang.
9. Makan nasi dapat menyebabkan rasa haus alias MENYERAP air. Padahal tubuh kita sebagian besar terdiri dari air.
10. Dalam kondisi tertentu, makan nasi MENINGKATKAN resiko kematian. Misalnya makan nasi sambil menyetir mobil.
11. Pengidap DIABETES lebih dianjurkan makan kentang daripada nasi. Berarti nasi kurang baik bagi kesehatan.
12. Makan nasi menyebabkan keinginan mengkonsumsi sayur dan lauk. Misalnya nasi bandeng (nasi + bandeng goreng), nasi kucing (nasi + kucing goreng), dsb. Hal ini bisa menyebabkan obesitas.
13. Nasi mengandung ZAT BESI yang konfigurasi elektron terluarnya 4s2. Zat lain yang elektron terluarnya 4 adalah Racun ARSENIK (4p3), Batu batere TITANIUM (4s2), dan racun yang menyerang Superman yaitu KRIPTON (4p6). Ini mengindikasikan bahwa nasi punya kesamaan dengan zat-zat berbahaya lainnya.
15. Nasi DIMASAK dalam suhu lebih dari 100 derajat Celsius. Itu panas yang cukup untuk membunuh orang.
16. Anda pasti akan melihat ke atas lagi untuk membuktikan No. 8 dan No. 14 Tidak ada.
Gw sebenernya males ngeliat berita. Tapi setelah ngeliat kepompong kemaren, gak tau kenapa gw jadi tak berdaya untuk mengganti channel Sponge Bob . (ngaku gw kalo seneng Sponge Kuning Gokil ituh) Jadilah gw ngeliat acara Liputan 6 Petang dan berita utamanya sangat bikin gw keselek.
“E-MAIL MEMBUAT PRITA DIPENJARA”
Otak gw berpikir, apakah orang yang namanya Prita adalah seorang Hacker?
Apakah Prita adalah penipu?
Dan setelah ngeliat beritanya, gw makin keselek lagi.
Bayangin aja orang curhat di E-mail aja sampai digugat. Orang jelas-jelas itu semua salah pihak RS Omni, tapi ini koq malah diputar balikkan.
Gw makin lebih keselek lagi waktu baca di Detik.com
Lampung Selatan – Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengaku pihaknya tidak ada urusan dengan kasus Prita Mulyasari dengan RS Omni International. Sebab, RS Omni merupakan RS swasta, sehingga dia tidak bisa menjewernya.
“RS Omni itu swasta, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan saya. Saya tidak bisa menjewer, saya tidak tahu,” kata Siti saat ditanya pers mengenai kasus Prita Mulyasari ketika meresmikan Posko Kesehatan Pesantren Nurul Huda, Jalan Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kamis (04/06/2009).
Siti mengatakan kasus itu bukan kasus pelayanan, melainkan kasus pencemaran nama baik. “Saya tidak tahu. Kasus itu bukan kasus pelayanan kesehatan. Itu kasus pencemaran nama baik. Kalau ada pelayanan kesehatan tidak baik, ada jalannya, bukan dilemparkan ke blogger,” kata Siti saat ditanya soal kelanjutan kasus tersebut.
Siti juga menyarankan kalau ada persoalan kasus pelayanan kesehatan, harus disampaikan pada jalurnya bukan ke tempat yang tidak semestinya. “Menurut saya kalau ada keluhan terhadap pelayanan kesehatan, jangan melapor ke tempat yang tidak semestinya. Kalau melapor ya ke kepala dinas kesehatan. Gunakan jalur-jalur yang benar,” pinta dia.
Enak bener ya jawabnya, apakah ketika membangun RS swasta tak perlu izin dari MENKES..Justru Ibu Prita sudah menyampaikan keluhan lewat jalurnya, tapi ngga di tanggapi oleh RS. Ini Ibu Menteri koq bukan jadi penengah malah memihak?
dan ada 2 hal yg aneh mnrt saya..
1. “RS Omni itu swasta, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan saya. Saya tidak bisa menjewer, saya tidak tahu,”
2. “Menurut saya kalau ada keluhan terhadap pelayanan kesehatan, jangan melapor ke tempat yang tidak semestinya. Kalau melapor ya ke kepala dinas kesehatan. Gunakan jalur-jalur yang benar,”
Dinas kesehatan itu ada di departemen kesehatan kan? Kalo kita harus mengadu ke dinkes, menterinya sendiri gak bisa jewer trus percuma aja dong pengaduan kita..
Lagian kalo menkes gak bisa menjewer rs swasta trus siapa pihak yang bisa menjewer rs swasta? krena kalo gak ada yg menjewer bisa makin semena2 dong rs swasta..
apa gunanya indonesia ada MENKES kalau tidak bisa mengatur RS di negara ini,,,Apa karena BU MENKES cuma sibuk denga sanggulnya doang…
Ya gak? Menurut pengamatan gw di forum diskusi facebook, banyak orang yang menunggu bu menkes ini untuk turun. Yah, meskipun kalo nanti presidennya tetep SBY.
Lagian, gw juga ikutan gak setuju dengan UU tentang Informatika yang begitu kaku. Apa salahnya jika Bu Prita menuliskan curhatnya ini di e-mail. Ini kan bagian dari Hak Kemerdekaan Warga Negara Untuk Mengeluarkkan Pendapat. Setiap orang berhak untuk menyuarakan pendapatnya!
Dan kasus ini sama saja dengan penghalangan hak asasi manusia.
Menurut gw salahnya RS Omni adalah ketidakterbukaannya terhadap pasiennya. Sehingga pasiennya bingung dan tidak mendapat kejelasan yang memuaskan.
Semoga, kasus ini tidak terulang lagi di RS yang sama. Baik milik swasta maupun pemerintah.
Amien
Saat ini dunia lagi heboh soal virus flu babi, setelah sebelumnya virus flu burung. Kata beberapa ahli, ada beberapa cara menghindarinya dengan efektif. Berikut cara-cara dimaksud:
1. Jangan makan BABI
2. Jangan tidur bersama BABI
3. Jangan berciuman dengan BABI
4. Jangan minum kopi atau teh bersama BABI... Read More
5. Jangan mau satu pesawat dengan BABI
6. Jangan berhubungan seksual dengan BABI
7. Jangan mengata-ngatai orang lain dengan kata BABI
8. Jangan dekat-dekat dengan politisi BABI
9. Jangan percaya sama BABI
10. Jangan berperilaku kayak BABI
Kalau 10 jangan di atas bisa dielakkan, mudah-mudahan tidak terkena virus flu babi.
Tapi ini saja kurang jdi saya tmbahkan 4 lgi, seperti brikut ini:
11. jika bertemu babi pura2 ga kenal
12. jika melihat babi flu, segera lapor ke rt babi
13. jangan ngaca krna anda akan melihat engkongnya babi
14. pergilah ke rmah sakit jika hdung anda sudah sebesar babi
cat: jgn membaca dgn suara keras karna, ntar babinya denger
Semoga tips dari gw bakal berguna bagi sluruh umat manusia...
Hoek

Setelah diundur karena kesibukan World Ocean Conference di Manado, SBY secara resmi mengumumkan Boediono sebagai cawapresnya dalam suatu acara yang meriah di gedung Sasana Budaya Ganesha, Bandung, 15 Mei 2009. Tidak ada kejutan sama sekali. PKS yang di hari-hari terakhir terlihat uring-uringan pun ternyata hadir dalam mengerikan... acara tersebut.
Bintang pada acara deklarasi tersebut tentu saja cawapres Boediono yang berpidato setelah SBY. Mengawali pidato dengan basmallah, Boediono secara perlahan namun pasti memperlihatkan kelasnya sebagai seorang profesor yang layak untuk mendampingi SBY. Pada awalnya memang terlihat grogi, mungkin karena ini pertama kalinya ia menyampaikan pidato politik, namun selanjutnya Boediono berpidato tanpa teks dengan jelas dan elegan.
Boediono secara jelas dan elegan menjawab tudingan yang diarahkan kepadanya antara lain mengenai pasar bebas dengan mengatakan bahwa perekonomian Indonesia tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pasar bebas. Menurutnya diperlukan peran negara yang dapat mengintervensi dengan aturan main yang jelas dan adil serta adanya lembaga pelaksana yang efektif. Pada saat yang bersamaan ia menohok pesaingnya dengan menyatakan komitmennya untuk terus memberantas korupsi dan tidak akan mencampur adukan urusan pemerintahan yang dijabatnya dengan kepentingan bisnis pribadi.
Dari caranya berpidato tanpa teks dan terarah tersebut, tampak kalau Boediono ingin memberikan penegasan bahwa dirinya lebih layak dipilih mendampingi SBY dibandingkan calon-calon dari parpol koalisi pendukung Partai Demokrat ataupun Budi Anduk, pelawak yang sedang naik daun dan juga bintang iklan KPU. Ya nama Budi Anduk muncul dan disandingkan dengan Boediono dalam spanduk yang dipasang beberapa hari terakhir. Boediono ingin mengatakan bahwa kalau Budi Anduk cuma bisa menghibur masyarakat melalui lawakannya di televisi, maka Boediono bisa menghibur masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Amien....!!
Akhirnya, meski Boediono telah memberikan tampilan yang positif dalam kemunculan perdananya sebagai cawapres, namun ia masih harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa ia lebih baik dari Wiranto dan Prabowo Subianto yang menjadi pendamping pasangan capres lainnya. Dan tentu saja ia tetap harus membuktikan lebih baik dari Budi Anduk.
Betul???
Selama dua minggu ini, gw dan anak2 sekelas laennya, lagi melaksanakan tugas "mulia" neh!
Heh? Apaan tuh?
Tugas mulia alias UTS!!! Wakakakak
Dari hari Senin kemaren, gw deg2an. Apakah UTS ini akan berjalan lancar...?
Yah...semoga aja! Secara gw blom selese UTS-nya! Hihihi
Okeh, kali ini, gw ngebahas tentang fenonema UNAS yang dahsyat, bombastis, futuristik, dan Spektakuler di kalangan pelajar kelas 6, 9, dan 12.
Berdasarkan informasi yg gw dapet dari temen gw, segetolnya pemerintah untuk memperketat pertahanan anti nyontek, tapi tetep aja bobol.
So, semuanya ngebuat gw berpikir. Sesungguhnya, pelajar Indonesia TIDAK lah BODOH! Mereka semua adalah anak2 yg pintar. Sangat pintar. Tapi yg selama ini gak ada abisnya kalo gw pikir, Kenapa pelajar Indonesia menyalurkan otak pintarnya itu dengan media contek mencontek? Sebegitu mendarahdaging kah budaya gile ini di kalangan generasi muda?
Dan, gw pernah membuktikan
But,It's my experience, friend!
Rasanya rugi banget karena dengan mencontek, kita pasti belom menguasai pelajaran tersebut. Dan, yang namanya pelajaran itu bakal kebawa seumur idup! Bayangin, kalo dulu, waktu kelas 1 SD kita gak menguasai pelajaran berhitung, kita pasti bakal kagak bisa pelajaran Matematika seumur idup. Trus, suatu saat nanti, kalo kita dah jadi ortu, trus anak itu bertanya pada kalian nanya pelajaran skulnya, n' kita gag bisa jawab, rasanya pasti malu banget donk! Gengsi jatuh geto....
Menjelang UNAS kemaren, waktu gw dengerin radio, banyak banget salamnya buat temen2nya untuk BUDAYA MENCONTEK! Gw langsung mikir, kalo kayak gini, kapan bangsa Indonesia mau maju?
Nah hebohnya lagi, menurut berbagai sumber dan juga PENGALAMAN gw juga, para guru juga tak kalah cemas dengan Unas. Mereka takut kalau anak didiknya sampai tidak lulus dan itu akan memberi blacklist pada sekolah. Oleh karena itu, para guru pun menghalalkan berbagai cara demi kelulusan anak didiknya.
Dan, dari pengalaman gw waktu SD kemaren (baru SMP kelas 8 geto!), gue bener2 heran. Setiap hari, bukannya sang guru ini menasehati murid2nya untuk berlaku jujur, malah si guru gendenk ini menyuruh muridnya untuk mencontek dan memberikan contekan.
Nah secara gw tuh sang juara kelas terus <>, gw diberi tanggung jawab untuk memberi contekan untuk anak2 sekelas. Dan gw kala itu, pastinya cerita ke nyokap gw donk! Gw bingung, koq guru gw nyuruh gw kasih contekan? Dan nyokap gw nyuruh gw untuk gak akan memberikan contekan.
Waktu ujian, gw bener2 gag ngasih contekan dan melindungi kertas gw dari cermin2 kecil temen gw yang siap menyorot setiap detik kalo gw lengah. Sampaqi abis ujian, gw didemo abis2an ma temen2 gw. Dan parahnya, gw dipanggil menghadap wali kelas gw. Dengan emosi yang membara, wali kelas gw marahin gw abis2an karena tidak memberi contekan. N' gw pun diancem gag akan lulus kalo gag ngasih contekan untuk satu ujian lagi, matpel IPA.
Secara gw anak yg kritis, gw tetep gag takut. Gw tetep aja gag ngasih contekan. Tapi kali ini, gw ngebawa nyokap gw. Nyokap gw ngancam balik, kalo gw gag dilulusin cuma gag karena ngasih contekan, nyokap gw bakal nulis kritik pedes ke harian jawa pos n' kompas serta ngadu ke diknas. Dan akhirnya.... gw pun lulus juga....
Lulus SD, gw masuk kelas Akselerasi. Dan setelah sharing n' cerita2, ternyata hampir semua sekolah dasar terutama yang favorit, melakukan hal serupa. Akhirnya gw mengerti, dari mana sumber budaya Contek mencontek ini berasal.
Trus masalah standar kelulusan yang dinilai terlalu tinggi, gw fifty-fifty aja. Gw setuju karena gw rasa nilai 5,75 tuh bukanlah sesuatu yang sulit didapet. Kalo standardnya 7 gitu, baru deh kita protes ke Diknas. Hehehehe.... Coba kalo dipikir2, banyak kan dari kamu2 semua
Nah gag setujunya gw adalah... kasian banget donk temen2 kita yang bersekolah di pelosok desa dengan fasilitas dan sistem pendidikan yang jauh lebih buruk daripada di kota. Menurut gw, seharusnya pemerintah tuh ngebuat penggolongan sekolah biar adil. So, standar kelulusan antara sekolah di kota dan di desa apalagi yang sampai ke pelosok desa harus berbeda. Biar adil kan?
Bandingi aja persiapan antara murid skul di kota maupun di pelosok desa. Kalo yg di kota, mereka tuh udah memiliki fasilitas yg memadai. Bebas dari tugas rumah or kerjaan, diberi apa saja yang mereka perlukan, internet untuk menambah wawasan, bimbel intensif, sampai Try Out yg bejibun banyaknya.
Sedangkan murid yg skulnya di pedesaan, mereka harus tetap membantu pekerjaan ortu mereka, belajar dengan penerangan seadanya, dan hampir tidak ada try out. Paling2 ya try out dari diknas setempat. Dan itupun terkadang tidak sampai masuk ke skul mereka. So, kalo pemerintah mau pendidikan yang lebih baik untuk anak2 negara, bukan dengan cara memperlengkap fasilitas skul di perkotaan. Pemerintah harusnya bisa meratakan kualitas pendidikan sampai ke pelosok desa, baru deh memperlengkap fasilitas skul n' standar pembelajaran yang setiap tahun makin tinggi. Intensifikasi, baru Ekstensifikasi. Ya gag?
Terakhir, saat gw UTS kemaren, gw merhatiin bangku gw yang sebelumnya digunakan sebagai UNAS,gw dapetin banyak banget coretan catatan pelajaran yg ada di daftar UNAS. Yah, ngrepek kayak gini emang lebih akurat daripada nyontek yg blom tentu kebenarannya.
melihat itu, gw makin prihatin....






